Kamis, 09 Juni 2016

SHOLAT DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI INTRAPERSONAL



1. Pendahuluan
Sholat merupakan ibadah yang paling banyak disorot dalam tataran keberagamaan Islam, karena diyakini ibadah yang perintahnya langsung dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW adalah sholat. Dan bagi sebagian ulama memberikan penekanan bahwa apabila benar shoatnya, maka benarah semua amalannya, dan apabila tidak benar sholatnya, maka tidak benarlah amalan lainnya.
Sholat adalah satu cara komunikasi intrapersonal yang dilakukan banyak manusia beragama Islam.                                              
2. Pengertian-pengertian
a. Pengertian Sholat     
Sholat menurut etimologis berasal dari bahasa arab صلو yang artinya do’a dan secara terminonologis atau istilah adalah para ahli fiqih mengartikan secara lahiriah dan hakiki. Secara lahiriah shalat berarti beberapa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, yang dengannya kita beribadah kepada Allah menurut syarat–syarat yang telah ditentukan (Sidi Gazalba).
Adapun secara hakikinya ialah “berhadapan hati (jiwa) kepada Allah, secara yang mendatangkan takut kepada-Nya serta menumbuhkan di dalam jiwa rasa kebesarannya dan kesempurnaan kekuasaan-Nya” atau “mendahirkan hajat dan keperluan kita kepada Allah yang kita sembah dengan perkataan dan pekerjaan atau dengan kedua – duanya” (Hasbi Asy-Syidiqi)
Dalam pengertian lain shalat ialah salah satu sarana komunikasi antara hamba dengan Tuhannya sebagai bentuk, ibadah yang di dalamnya merupakan amalan yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbiratul ikhram dan diakhiri dengan salam, serta sesuai dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan syara’ (Imam Bashari Assayuthi)
Dari beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa sholat dengan kata lain adalah sarana komunikasi antara seorang muslim dengan Allah yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam dalam rangka mencari ridho-Nya dan sebagai sarana untuk melakukan komunikasi intrapersonal dengan tujuan memperbaiki diri dan perenungan dalam hidup dan kehidupan ini.
 

b. Pengertian Komunikasi Intrapersonal (intrapribadi)
Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang dilakukan komunikator yaitu dirinya sendiri dengan dirinya dan atau dengan Tuhannya, sebagai perenungan terhadap diri sendiri.
Komunikasi intrapersonal sangat diperlukan oleh individu-individu beragama untuk melakukan kajian ulang kepada dirinya sendiri dalam rangka meningkatkan nilai hidup dan kehidupan dalam keberagamaannya.
Bahkan dalam beberapa agama ada yang melakukan komunikasi intrapersonal ini dengan banyak cara yang kadang tidak semua orang bisa melakukannya, dan tidak semua orang juga bisa memahaminya.
Komunikasi intrapersonal ini bisa dikatakan sebagai komunikasi yang mengarah kepada pembentukan kepada konsep diri, konsep diri adalah bagaimana kita memandang diri kita sendiri, biasanya hal ini kita lakukan dengan penggolongan karakteristik sifat pribadi, karakteristik sifat sosial, dan peran sosial. Bahkan dalam teori ahli komunikasi, komunikasi intrapersonal akan menjamah aktifitas komunikas yang lain dan efek komunikasi yang lain seperti yang dikatakan oleh Jean Piglet dalam ‘Konstruksi realitas melalui mata anak kecil’, Karakteristik pribadi adalah sifat-sifat yang kita miliki, paling tidak dalam persepsi kita mengenai diri kita sendiri. Karakteristik ini dapat bersifat fisik (laki-laki, perempuan, tinggi, rendah, cantik, tampan, gemuk, dsb) atau dapat juga mengacu pada kemampuan tertentu (pandai, pendiam, cakap, dungu, terpelajar, dsb.). Konsep diri sangat erat kaitannya dengan pengetahuan. Apabila pengetahuan seseorang itu baik/tinggi maka, konsep diri seseorang itu baik pula. Sebaliknya apabila pengetahuan seseorang itu rendah maka, konsep diri seseorang itu tidak baik pula. Masih menurutnya , konstruksi pribadi sosial terjadi saat seseorang beraktivitas pada lingkungannya dan menyadari apa yang bisa dan apa yang tidak bisa ia lakukan. Begitulah secara ringkas dikatakan bagian dari Komunikasi Intrapersonal.
4. Contoh-contoh komunikasi intrapersonal yang dilakukan manusia
Sesuai dengan pengertiannya, komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang lebih menekankan berkomunikasi kepada diri sendiri dan Tuhannya. Dibawah ini contoh-contoh aplikasi komunikasi intrapersonal yang dilakukan manusia.
a. Berdoa
Berdoa adalah sarana berkomunikasi dengan diri sendiri dalam upayanya untuk meminta kepada Tuhan sesuatu yang diinginkannya. Berdoa ini sangat sering dilakukan oleh manusia dalam berbagai situasi dan kondisinya. Cara berdoa juga berbeda-beda tergantung dari keyakinan manusianya.
b. Bertapa
bertapa juga merupakan contoh komunikasi antar pribadi karena sebagian orang bertapa untuk merenungi perjalanan hidupnya semenjak dari lahir sampai terakhir dia masih hidup.
c. Introspeksi diri/tafakur bi-alnafs
komunikasi antar pribadi yang ini biasa dilakukan manusia apabila melakukan hal-hal yang dianggap salah atau mengevaluasi perjalanan hidupnya agar tidak melakukan kesalahan yang sama.
d. Hipnoterapi
Aktifitas yang satu ini bisa juga dikategorikan sebagai komunikasi intrapersonal, karena hipnoterapi ini aktifitas yang bisa berfungsi untuk  memotivasi diri sendiri lewat sugesti yang dilakukan oleh diri sendiri maupun orang lain.
e. Sholat
Aktifitas komunikasi  inilah yang akan penulis bahas dalam pandangannya menurut ilmu komunikasi intrapersonal atau antar pribadi sejalan dengan pengertiannya menurut para ahli ilmu komunikasi.
Dan banyak lagi contoh-contoh yang lainnya seperti berkhayal, berfantasi, merenung dan lain sebagainya yang serupa.
5. Sholat sebagai aplikasi dari komunikasi intrapersonal dalam kehidupan sehari-hari
Sesuai dengan sifat dan efeknya, aktifitas komunikasi intrapersonal akan membawa kepada aktifitas dan efek dari aktifitas komunikasi yang lain.
Begitu juga sholat, dengan pengertian sholat adalah salah satu sarana komunikasi antara hamba dengan Tuhannya sebagai bentuk, ibadah yang di dalamnya merupakan amalan yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbiratul ikhram dan diakhiri dengan salam, serta sesuai dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan syara’ (Imam Bashari Assayuthi). Dalam pengertian ini kita bukan hanya sebagai komunikator, akan tetapi sebagai komunikan yang melaksanakan syarat dan rukun-rukun yang telah ditentukan syara’.
Dalam sholat itupun akan timbul sebuah kesadaran diri yang tinggi seiring pengaruh Tuhan dalam dirinya. Maka komunikasi intrapersonal berupa sholat dalam kehidupan sehari-hari baik terasa maupun tidak selalu kita lakukan dalam berbagai kesempatan, bahkan dalam Islam sholat diwajibkan minimal 5 dalam lima waktu sholat, yaitu dhuhur, ashar, maghrib, isya, dan subuh. Ada juga sholat-sholat tambahan atau sunat yang biasa dilakukan.
Sholat dalam konteks komunikasi dengan pengertian dan efeknya itu akan membawa dampak kesadaran atau keterpengaruhan yang tinggi dikarenakan selain komunikator berkomunikasi dengan dirinya juga dengan Tuhannya yang diyakini telah menciptakannya, dan sebagai pengaturnya dalam hidup, dengan begitu efek dan pengaruh Tuhan dalam komunikator akan terlihat dalam berbagai macam efeknya antara lain :
1.     Pengaruh kepada sikap kesehariannya
Dalam hal ini muslim yang biasa melakukan solat dengan baik dan teratur akan terlihat dari sikapnya dalam memandang hidupnya dan dalam menjalankan kehidupan kesehariannya baik dalam pergaulan dengan manusia yang lain juga dalam memperlakukan dirinya sendiri. Karena dalam sholat banyak symbol kehidupan yang kalau dihayati dan diamalkan akan menjadi kekuatan dalam dirinya di tataran hidupnya dengan siapapun dan dalam kondisi apapun juga.
2.     Pengaruh kepada penampilannya baik secara fisik ataupun non fisik
Muslim yang faham dan mengamalkan symbol dan tanda dalam sholat akan senantiasa selalu tampil dengan tampilan yang berbeda dengan muslim yang tidak punya pemahaman dengan sholatnya. Baik secara fisik ataupun non fisik dalam hal ini mungkin dari pemikiran, cara mengatasi masalah dan mungkin juga dalam hal yang lebih besar yaitu cara memimpin apabila ia seorang pemimpin.
3.     Pengaruh kepada kesehatan si komunikator, karena sholat adalah gerakan-gerakan menyehatkan.
Apabila dilaksanakan dengan teratur dan dalam tempo yang panjang maka akan membentuk kesehatan yang baik dan badan yang selalu sehat.
Inilah diantara pengaruh-pengaruh yang didapat dari komunikasi intrapersonal dan efek-efeknya apabila dilaksanakan dengan efektif dan efisien.

      





Bacalah!



Titik dasar kemajuan bangsa yang dinginkan adalah tatkala semuanya bersepakat bahwa membaca adalah modal dasar manusia menuju kemajuan, baik secara personal ataupun kolektif berbangsa dan bernegara. Hal itu sesuai dengan karakteristik manusia sebagai makhluk yang membutuhkan pengetahuan kalau mau merasakan kemajuan dan keberhasilan. Membaca adalah sebuah pekerjaan yang mudah tapi juga sangat sulit dilakukan.
Mudah apabila waktu membaca itu dilakukan dengan ilmu yang mumpuni dan dengan kesadaran tinggi bahwa yang dilakukan punya tujuan. Sulit kalau membaca itu dilakukan dengan sangat tidak sabar dan sangat tidak punya tujuan apalagi dengan ilmu yang belum sampai ke taraf mesti membaca.
Dalam sebuah acara Orientasi Penerimaan Mahsiswa baru IAI Azaytun Indonesia (IAI ALAZIS),  Rektor IAI ALAZIS mempunyai pandangan yang serius tentang cara dan budaya membaca ini, beliau memberikan uraian bahwa titk terang bangsa arab memajukan dirinya adalah dengan kedatangan Muhammad SAW yang mengajak bangsa itu untuk ‘membaca’. Karena setelah itu, bangsa arab ‘dipaksa’ untuk ‘bangun’ dari tidurnya, ‘dipaksa’  untuk membesarkan aturan yang terbaik buat bangsanya, ‘dipaksa’  untuk ‘membersihkan’ ‘pakaiannya’ dan terakhir dipaksa untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang menjadikan bangsanya sebagai bangsa yang terbelakang secara peradaban.
Betapa dahsyatnya pengaruh membaca  bagi segenap peradaban yang menginginkan kemajuan dan kegemilangan. Betapa indahnya tatkala semua manusia membaca dengan hati dan pikirannya yang jernih. Betapa mengagumkannya sebuah bangsa yang bisa membaca perjalanan sejarahnya dengan mahir dan terukur, karena tatkala kita memabaca perjalanan sebuah peradaban lampau apabila kita tidak mahir dalam memabacanya, bukan kemajuan yang akan didapat, tapi sebuah kegagalanlah yang akan tercermin dari hasil bacaan yang tak mempunyai kemahiran yang cukup untuk itu.
Membaca seperti apa yang dimaksud??

Ada dua kemungkinan yang kita punya dalam hal membaca ini, pertama membaca secara hurup per hurup yang ada di dalam bacaan, baik itu dibuku ataupun media lain yang bisa dibaca secara rangkaian hurup-hurup. Dan kedua dan yang paling penomenal dalam sejarah peradaban umat manusia adalah membaca yang diajarkan para nabi dan rosul serta orang-orang yang kita sebut mempunyai peradaban maju disaat mereka hidup pada zamannya.
Bagaimana Adam AS diajarkan nama-nama benda yang ada disekitarnya, bukankah itu membaca juga?
Bagaimana Musa AS memberikan pemahaman yang tinggi kepada kaumnya tentang ajaran Ilahi yang membuat kaumnya berani melangkahkan kaki keluar dari Mesir sebagai efek bacaan yang dilakukan Musa AS, tidakkah Musa mengajarkan dengan membaca?
Dan bagaimana Muhammad SAW ditegur oleh Allah dengan  kalimat ‘iqro’, bacalah !, maka kegemilangan bangsa arab muncul ditengah peradaban yang sangat gelap ketika itu.
Maka maksud tulisan ini adalah mengajak segenap kita untuk mulai membaca dengan baik dan benar, Bagaimana kita kini sebagai bangsa?
Mengapa kita seperti ini ?
Apa yang mesti kita lakukan?
Sebagai bangsa yang besar tak layak kita jadi negara kelas tiga di tataran bangsa-bangsa di dunia ini, tak layak kita jadi bengsa penghutang, tak pantas kita jadi bangsa tempe yang gampang putus asa menghadapi permasalahan, karena kita bangsa yang besar dan gemilang.
Dan solusi yang terbaik adalah kita simak Ayat Yang turun pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW
Bacalah, dengan isme Tuhanmu yang sudah menciptakan.
Telah menciptakan manusia dari sebuah ikatan (’alaq)
Bacalah, dan Tuhanmulah yang akan memberikanmu kasih yang tak terhingga.
Begitulah Tuhan memberikan sebuah solusi untuk manusia yang ingin mengecap kejayaan dan kemuliaan yang diinginkan. Dan kemudian Tuhanpun mengabarkan bagaimana menjadi manusia yang siap untuk menjemput kegemilangannya dengan ayat yang berikutnya,
Hai manusia yang sedang berkemul,
Bangunlah, berilah peringatan.
Dan aturan Tuhanmu tegakkan
Dan pakaianmu bersihkan,
Dan perbuatan dosa tinggalkan.
Konsep inilah yang Tuhan ajarkan kepada manusia yang ingin memajukan dirinya dan bangsanya agar apa yang diinginkannya tercapai dengan cara dan konsep yang dianjurkan oleh Yang Punya Kehendak.
Akhir kata, marilah kita belajar membaca kembali untuk negeri kita yang semakin hari semakin terlelap, hanya mimpi buruk dan angan-angan yang sedang dirasa dan diingat dalam tidurnya yang teramat panjang.
Semoga Bermanfaat untuk kita semua.