1. Pendahuluan
Sholat merupakan ibadah yang paling
banyak disorot dalam tataran keberagamaan Islam, karena diyakini ibadah yang
perintahnya langsung dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW adalah sholat. Dan
bagi sebagian ulama memberikan penekanan bahwa apabila benar shoatnya, maka
benarah semua amalannya, dan apabila tidak benar sholatnya, maka tidak benarlah
amalan lainnya.
Sholat adalah satu cara komunikasi
intrapersonal yang dilakukan banyak manusia beragama Islam.
2. Pengertian-pengertian
a.
Pengertian Sholat
Sholat
menurut etimologis berasal dari bahasa arab صلو yang artinya do’a dan
secara terminonologis atau istilah adalah
para ahli fiqih mengartikan secara lahiriah
dan hakiki. Secara lahiriah shalat berarti beberapa ucapan dan perbuatan yang
dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, yang dengannya kita beribadah
kepada Allah menurut syarat–syarat yang telah ditentukan (Sidi Gazalba).
Adapun
secara hakikinya ialah “berhadapan hati (jiwa) kepada Allah, secara yang
mendatangkan takut kepada-Nya serta menumbuhkan di dalam jiwa rasa kebesarannya
dan kesempurnaan kekuasaan-Nya” atau “mendahirkan hajat dan keperluan kita
kepada Allah yang kita sembah dengan perkataan dan pekerjaan atau dengan kedua
– duanya” (Hasbi Asy-Syidiqi)
Dalam
pengertian lain shalat ialah salah satu sarana komunikasi antara hamba dengan
Tuhannya sebagai bentuk, ibadah yang di dalamnya merupakan amalan yang tersusun
dari beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbiratul ikhram dan
diakhiri dengan salam, serta sesuai dengan syarat dan rukun yang telah
ditentukan syara’ (Imam Bashari Assayuthi)
Dari
beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa sholat dengan kata lain
adalah sarana komunikasi antara seorang muslim dengan Allah yang diawali dengan
takbir dan diakhiri dengan salam dalam rangka mencari ridho-Nya dan sebagai
sarana untuk melakukan komunikasi intrapersonal dengan tujuan memperbaiki diri
dan perenungan dalam hidup dan kehidupan ini.
b. Pengertian Komunikasi Intrapersonal (intrapribadi)
Komunikasi
intrapersonal adalah komunikasi yang dilakukan komunikator yaitu dirinya
sendiri dengan dirinya dan atau dengan Tuhannya, sebagai perenungan terhadap
diri sendiri.
Komunikasi
intrapersonal sangat diperlukan oleh individu-individu beragama untuk melakukan
kajian ulang kepada dirinya sendiri dalam rangka meningkatkan nilai hidup dan
kehidupan dalam keberagamaannya.
Bahkan
dalam beberapa agama ada yang melakukan komunikasi intrapersonal ini dengan
banyak cara yang kadang tidak semua orang bisa melakukannya, dan tidak semua
orang juga bisa memahaminya.
Komunikasi
intrapersonal ini bisa dikatakan sebagai komunikasi yang mengarah kepada
pembentukan kepada konsep diri, konsep diri adalah bagaimana kita memandang
diri kita sendiri, biasanya hal ini kita lakukan dengan penggolongan
karakteristik sifat pribadi, karakteristik sifat sosial, dan peran sosial.
Bahkan dalam teori ahli komunikasi, komunikasi intrapersonal akan menjamah
aktifitas komunikas yang lain dan efek komunikasi yang lain seperti yang
dikatakan oleh Jean Piglet dalam ‘Konstruksi realitas melalui mata anak kecil’,
Karakteristik pribadi adalah sifat-sifat yang kita miliki, paling tidak dalam
persepsi kita mengenai diri kita sendiri. Karakteristik ini dapat bersifat
fisik (laki-laki, perempuan, tinggi, rendah, cantik, tampan, gemuk, dsb) atau
dapat juga mengacu pada kemampuan tertentu (pandai, pendiam, cakap, dungu,
terpelajar, dsb.). Konsep diri sangat erat kaitannya
dengan pengetahuan. Apabila pengetahuan seseorang itu baik/tinggi maka, konsep
diri seseorang itu baik pula. Sebaliknya apabila pengetahuan seseorang itu
rendah maka, konsep diri seseorang itu tidak baik pula. Masih menurutnya ,
konstruksi pribadi sosial terjadi saat seseorang beraktivitas pada
lingkungannya dan menyadari apa yang bisa dan apa yang tidak bisa ia lakukan.
Begitulah secara ringkas dikatakan bagian dari Komunikasi Intrapersonal.
4.
Contoh-contoh komunikasi intrapersonal yang dilakukan manusia
Sesuai
dengan pengertiannya, komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang lebih
menekankan berkomunikasi kepada diri sendiri dan Tuhannya. Dibawah ini
contoh-contoh aplikasi komunikasi intrapersonal yang dilakukan manusia.
a. Berdoa
Berdoa
adalah sarana berkomunikasi dengan diri sendiri dalam upayanya untuk meminta
kepada Tuhan sesuatu yang diinginkannya. Berdoa ini sangat sering dilakukan
oleh manusia dalam berbagai situasi dan kondisinya. Cara berdoa juga
berbeda-beda tergantung dari keyakinan manusianya.
b. Bertapa
bertapa
juga merupakan contoh komunikasi antar pribadi karena sebagian orang bertapa
untuk merenungi perjalanan hidupnya semenjak dari lahir sampai terakhir dia
masih hidup.
c. Introspeksi diri/tafakur bi-alnafs
komunikasi
antar pribadi yang ini biasa dilakukan manusia apabila melakukan hal-hal yang
dianggap salah atau mengevaluasi perjalanan hidupnya agar tidak melakukan
kesalahan yang sama.
d. Hipnoterapi
Aktifitas
yang satu ini bisa juga dikategorikan sebagai komunikasi intrapersonal, karena
hipnoterapi ini aktifitas yang bisa berfungsi untuk memotivasi diri sendiri lewat sugesti yang
dilakukan oleh diri sendiri maupun orang lain.
e. Sholat
Aktifitas
komunikasi inilah yang akan penulis
bahas dalam pandangannya menurut ilmu komunikasi intrapersonal atau antar
pribadi sejalan dengan pengertiannya menurut para ahli ilmu komunikasi.
Dan
banyak lagi contoh-contoh yang lainnya seperti
berkhayal, berfantasi, merenung dan lain sebagainya yang serupa.
5. Sholat sebagai aplikasi dari komunikasi
intrapersonal dalam kehidupan sehari-hari
Sesuai
dengan sifat dan efeknya, aktifitas komunikasi intrapersonal akan membawa
kepada aktifitas dan efek dari aktifitas komunikasi yang lain.
Begitu
juga sholat, dengan pengertian sholat adalah salah satu sarana komunikasi antara hamba dengan Tuhannya sebagai bentuk,
ibadah yang di dalamnya merupakan amalan yang tersusun dari beberapa perkataan
dan perbuatan yang dimulai dengan takbiratul ikhram dan diakhiri dengan salam,
serta sesuai dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan syara’ (Imam Bashari
Assayuthi). Dalam pengertian ini kita bukan hanya
sebagai komunikator, akan tetapi sebagai komunikan yang melaksanakan syarat dan
rukun-rukun yang telah ditentukan syara’.
Dalam
sholat itupun akan timbul sebuah kesadaran diri yang tinggi seiring pengaruh
Tuhan dalam dirinya. Maka komunikasi intrapersonal berupa sholat dalam
kehidupan sehari-hari baik terasa maupun tidak selalu kita lakukan dalam
berbagai kesempatan, bahkan dalam Islam sholat diwajibkan minimal 5 dalam lima
waktu sholat, yaitu dhuhur, ashar, maghrib, isya, dan subuh. Ada juga
sholat-sholat tambahan atau sunat yang biasa dilakukan.
Sholat
dalam konteks komunikasi dengan pengertian dan efeknya itu akan membawa dampak
kesadaran atau keterpengaruhan yang tinggi dikarenakan selain komunikator berkomunikasi
dengan dirinya juga dengan Tuhannya yang diyakini telah menciptakannya, dan
sebagai pengaturnya dalam hidup, dengan begitu efek dan pengaruh Tuhan dalam
komunikator akan terlihat dalam berbagai macam efeknya antara lain :
1.
Pengaruh
kepada sikap kesehariannya
Dalam hal ini muslim yang biasa melakukan solat
dengan baik dan teratur akan terlihat dari sikapnya dalam memandang hidupnya
dan dalam menjalankan kehidupan kesehariannya baik dalam pergaulan dengan
manusia yang lain juga dalam memperlakukan dirinya sendiri. Karena dalam sholat
banyak symbol kehidupan yang kalau dihayati dan diamalkan akan menjadi kekuatan
dalam dirinya di tataran hidupnya dengan siapapun dan dalam kondisi apapun
juga.
2.
Pengaruh
kepada penampilannya baik secara fisik ataupun non fisik
Muslim yang faham dan mengamalkan symbol dan tanda
dalam sholat akan senantiasa selalu tampil dengan tampilan yang berbeda dengan
muslim yang tidak punya pemahaman dengan sholatnya. Baik secara fisik ataupun
non fisik dalam hal ini mungkin dari pemikiran, cara mengatasi masalah dan
mungkin juga dalam hal yang lebih besar yaitu cara memimpin apabila ia seorang
pemimpin.
3. Pengaruh kepada
kesehatan si komunikator, karena sholat adalah gerakan-gerakan
menyehatkan.
Apabila dilaksanakan dengan teratur dan
dalam tempo yang panjang maka akan membentuk kesehatan yang baik dan badan
yang selalu sehat.
Inilah
diantara pengaruh-pengaruh yang didapat dari komunikasi intrapersonal dan
efek-efeknya apabila dilaksanakan dengan efektif dan efisien.